Featured

First blog post

This is the post excerpt.

Iklan

This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

post

Perlukah Kita Dikenang ???

Tuntutan kehidupan adalah mengenang, sedangkan tujuan kehidupan adalah tujuan.

Manusia lahir dengan membawa Sifatul Ummi, iaitu sifat yang sebenar sifat. Dengan berbaga macam sifat itulah adanya radikalisme pola pikir yang enggan diharapkan berkelanjutan.

Proses dalam tiap mahligainya ucapan adalah penalaran yang sempurna bila pemahamannya berdasarkan fakta dari sebuah privatisasi individual, juga sosial dengan bertelaah menggunakan nalar yang secara deskriptifnya serta visualisasi yang matang.

Namun ada pula yang mengejar tuntutan sembari tertidur dalam kehidupan yang tidak pada kematian.

Sifatul Ummi merupakan sifat yang kian dipahami sebagai sebuah sifat yang sebenar benarnya sifat. Entah baik maupun buruk pula dijadikan sebuah standarisasi yang telah ditetapkan.

Manusia hadir melalui empat sifat yang eksistensinya membawa subur sebuah kehidupan. Yang semestinya dengan empat unsur utama yang dijadikan sifat umum suatu manusia tersebut maka penyatuan antara alam makrokosmos dan mikrokosmos tak dapat terelakan. Namun dalam kehidupan, ummat manusia lebih cenderung menciptakan sesuatu untuk dijadikan banding dengan ciptaan lain yang pada esensinya ia adalah perantara untuk mengadakan sesuatu tersebut.

Ramai yang diramaikan

Makassar

Senin,7 Agustus 2017

Kelam perjalanan adalah ramainya kehidupan yang merupakan panggung sandiwara (Bumi) sedari dulu ditata dengan watak serta takdir pada aktor (Manusia) pemeran utama sebagai proses mengenal untuk mengagungkan diri semata jua. Interpretasi diri adalah sadar akan diri lain pada kehidupan nyata yang tidak nampak pada biasanya nampak dengan bantuan ritual yang dikenal namun tidak pada esensinya.

Tentang rekontruksi dangkal pada pola pikir adalah alur restorasi dari pakar pemikir terdahulu untuk menarik kembali kepada zaman dimana masih Ummi, meski tidak mencapai kemaksimalan harapan pada pencapaian.

Melalui akal, manipulasi fakta bisa menjadi rutinitas untuk mengasah ketidaktahuan menjadi pengetahuan baru yang melahirkan realitas sehingga dogmatisme baru tercipta melalui karya ilmiah pun diragukan untuk dipilah dan di telaah sedetail mungkin sampai menuju pada pokok dari kausalitas akan proses kejadian.

Manusia terlahir dengan IQ pracerna dibawah 5% saat remaja yang di upgrade pada dewasa menjadi 10% hingga sampai pada tahapan pengenalan yang meyakini hukum metafisika sebenar benarnya adalah benar adanya hingga pada pleton terkecil dari unsur kimia pun dapat dikembangkan sampai pada atom sebagaimana. Namun kini banyak pribumi maupun eksternal pra pribumi lebih memilih untuk memilah sesuai pada kemampuan atau basic yang dicapainya berdasarkan pengetahuan pembelajaran.

Banyak pengetahuan dari sejatinya ilmu telah dilalui pakar pemikir penggila pengetahuan yang imajinatif dan sering kita jumpai dengan berbagai karakter yang  yang merahasiakan makna dari pola pikirnya pada sebuah tulisan dan nantinya dikembangkan oleh regenarasi pra intelektual. Maka titik pencapaian dari hasil telaah para ahli adalah isyarat untuk dikembangkannya apa yang belum terselesaikan pada penelitian sebelumnya.

Maka kita ramai dengan sains modern yang esensinya adalah sains lama dengan kembang sastra baru.
Juga pula ramai pada kehidupan kerena kita ganda diatas pijakan kaki antara siang dan malam, namun tidak kita sadari sedari dulu.
Muhammad Khafidz Tarwan

KITA TIDAK BERBEDA

Makassar, 29 Maret 2017

Pada saya

Tutur bahasa sayang untuk Aku yang memberikan kasih di sela kepeduliannya saya pada diri dunia lain

Hidup yang diliputi kesibukan diri untuk melayani hari, ada yang menghantarkan pribadi menuju titik pencapaian. Memerdekakan diri menuju gerbang kesugguhan agama yang dahulunya kafir pada tuntutan dan budaya kerena hilang bersama kembangnya dunia. Ada pula yang kian lama kian dijauhi oleh keberadaan yang masih merambat perlahan kepada peka yang berkurang. Ada juga yang kian berharap hingga diberikannya harapan untuk mengenal kehidupan baru malah bertukar arah berjalan disela kiri kehidupan.

Namun ada yang bahagia bersama dunia karena akhirat yang terjamin oleh ibadah yang sebetulnya ibadah.

Statement serta banyaknya reverensi yang diperoleh merupakan reka ulang sebuah kejadian yang mampu dimaknai para ahli – ahli pemikir dalam meramalkan sikap serta kembang perilaku manusia hanyalah pada sebuah lingkaran yang tidak keluar dari rutinitas hasil sensus yang banyak dicetuskan pada akhir dari penelitian tersebut. Seperti halnya kejadian awal mula manusia pertama mengenal cinta serta memperkenalkan jati diri yang nampak pun telah ada, namun luput dari keingintahuan.

Kontemporer

Kini kita dikenal dengan modernitas pola pikir yang mengembangkan pola pikir terdahulu. Namun, sayangnya pengembangan pola pikir tidaklah logis bila dikatakan sebagai sebuah pengembngan. Akan tetapi mengenalkan pola pikir untuk di telaah. Pemilahan yang dimaksud sebenarnya pun telah dijelaskan dengan bahasa rahasia yang mana bersangkut paut antara bahasa dan rahasia telah terdapat dalam penjelasan pada keseharian seorang manusia tersebut.

Kesalahan

Banyak kebanggaan dalam mengungkapkan reverensi, terlebih lagi tentang telaah tokoh pada proses mencerna rutinitas manusia. Namun banyak juga tokoh yang tidak sampai pada tujuan sebenar tujuan diakhir proses tersebut. Bukan malah mengembangkan tapi membanggakan.

Kalimat dari awal Abjad pun tetap sama hingga akhir Abjad, juga Makharijulul Huruf pun tidak beda, hanya dengung serta lafadz yang menjadi pembeda saat berucap.

Maka kita adalah ilmu yang melahirkan kembali pengetahuan lama demi menuju pada suatu pengetahuan yang baru,iaitu sumber segala pengetahuan.
Muhammad Khafidz Tarwan